بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدللّه رب العالمين ، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء
والمرسلين ، نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ، ومن تبعهم نإحسان إلى يوم
الدين ، أما بعد٠٠٠
الدَّرْسُ الأوَّلُ
ad-darsul auwalu
(Pel.1)
ad-darsul auwalu
(Pel.1)
" Hadzaa : هَذ ini"
Sama seperti nama Robb kita " Allah " ل nya ditulis pendek tapi dibaca panjang.
Istilah kitaabahnya (تُنطَقُ وَلاَ تُكْتَبُ tunthoqu walaa tuktabu: dibaca panjang tapi tidak ditulis panjang)
PENJELASAN :
Syarat penggunaan hadzaa ada 3 :
Lil qoriibi (utk yang dekat).
yakni untuk menunjuk benda yang dekat (yg bs di sentuh / dipegang langsung) .
Contoh :
🔹hadzaa qolamun هَذَا قَلَمٌ (ini pulpen).
🔹hadzaa maktabun هَذَ مَكْتَبٌ (ini meja).
🔹hadzaa masjidun هَذَا مَسْجِدٌ ini masjid.
Lil mufrodi (utk yang tunggal / satu) yakni, benda yang ditunjuk hanya satu.
Lil mudzakkari (utk laki2)
yakni, benda bersifat laki2 / jantan, maka perempuan (muannats) tdk boleh pakai hadzaa, baik secara hakikiy (yang jelas) yaitu utk manusia & hewan, maupun yg majaaziy (benda mati yg dikategorikan laki2).
Contoh :
🔹 Mudzakkar hakikiy:
🔺Hadzaa thobiibun هَذَا طَبِيْبٌ ( ini pak dokter)
🔺Hadzaa Muhammadun هَذَا مُحَمَّدٌ (ini Muhammad)
🔺hadzaa diikun هَذَا دِيْكٌ (ini ayam jantan) .
🔹Mudzakkar Majaaziy:
🔺hadzaa qomiishun هَذَا قَمِيْصٌ (ini kemeja).
🔺hadzaa kitaabun هذا كِتَابِ (ini kitab).
yakni, benda bersifat laki2 / jantan, maka perempuan (muannats) tdk boleh pakai hadzaa, baik secara hakikiy (yang jelas) yaitu utk manusia & hewan, maupun yg majaaziy (benda mati yg dikategorikan laki2).
Contoh :
🔹 Mudzakkar hakikiy:
🔺Hadzaa thobiibun هَذَا طَبِيْبٌ ( ini pak dokter)
🔺Hadzaa Muhammadun هَذَا مُحَمَّدٌ (ini Muhammad)
🔺hadzaa diikun هَذَا دِيْكٌ (ini ayam jantan) .
🔹Mudzakkar Majaaziy:
🔺hadzaa qomiishun هَذَا قَمِيْصٌ (ini kemeja).
🔺hadzaa kitaabun هذا كِتَابِ (ini kitab).
Maka tdk boleh memakai hadzaa.
Contohnya :
🔹hadza haqiibatun هذا حَقِيْبَةٌ ❎ krn pd "حقيبة (tas)" disitu trdpt ta' marbuuthoh, maka ia termasuk kpd muannats, dan muannats tdk boleh memakai hadzaa.
Isim isyaroh (kata tunjuk).
Isim mabniy (kata benda yang harokat akhirnya tetap (tdk berubah).
Isim ma'rifah (isim nya khusus/ yang sudah jelas / sudah diketahui).
Kan tdk mungkin kita menunjuk sesuatu tapi bendanya tdk kita ketahui, dan semua isim isyaroh (kata tunjuk) adalah isim ma'rifah.
🔹Mabniy : harokat akhirnya tetap tdk bisa berubah.
Contoh :
hadzaa (هَذَا) tdk bisa jadi hadzii (هَذِا) atau hadzuu (هَذُا)
🔹Mu'rob : bisa berubah harokat akhirnya.
Contoh :
rumah
Baitun - baitan - baitin
(بَيْتٌ - بَيْتً - بَيْتٍ)
Bagi seseorang.
🔸Hadza baitun: ini rumah : هَذَا بَيْتٌ
Merupakan kalimat sempurna yang terbentuk dari " almubtada'u wal khobaru "
🔸Hadzaa sebagai mubtada' (menerangkan)
🔸baitun sebagai khobar (yg diterangkan)
Fi'liyyah diambil dr kata "fi'il".
Bukan sebagai subjek predikat objek (krn di dlm kalimat trsebut tdk didahului kata kerja).
Karena hadza isim yg mabniy (harokatnya tdk bs berubah).
karena dia sebagai mubtada` maka hakekatnya dia marfuu' bukan mansuub atau majruur.
Naktafi ilaa hunaa (kita cukupkan pel hari ini sampai disini)
Wallohu'alam
Yang benar datangnya dari Alloh dan yg salah dr ana.
Wallohu'alam
Yang benar datangnya dari Alloh dan yg salah dr ana.
Mari kita tutup dg do'a kafaratul majilis
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْكَ
BERSAMBUNG .............Masih pelajaran 1
Lihat halaman 6
Tentang isim istifhaam (kata tanya?)
Tentang isim istifhaam (kata tanya?)
🔸Maa ما artinya apa
🔸maa termasuk isim istifhaam (kata tanya)
🔸maa adalah isim istifhaam li ghoiril 'aaqil (untuk menanyakan benda2 yang tidak berakal baik hewan & benda mati atau selain manusia).
Contoh :
🔹Maa hadzaa? (apa ini?)
Jawab :
🔹Hadzaa baitun (ini rumah)
🔹Hadzaa taajirun (ini pedagang), salah krn pedagang adl manusia maka tdk bisa memakai maa.
____________________________
🔹Juga merupakan bagian dari isim istifhaam.
🔹Digunakan untuk semua isim (kata benda) baik " lil'aaqil (berakal) maupun li ghoiril 'aaqil (benda yg tdk berakal).
🔹Cara menjawabnya disertai " na'am نَعَم (ya)" atau " laa لا (tidak) ".
Contoh :
🔸A hadzaa baitun?
أَ هَذَا بَيْتٌ؟
apakah ini rumah?
Jawab :
🔸Na'am, hadzaa baitun نَعَمْ, هَذَا بَيْتٌ ya, ini rumah
🔸Atau (jika yg ditunjuk bukan rumah tapi masjid,maka jawabanya)
🔸laa, hadzaa masjidun لاَ,هَذَا مَسْجِدٌ
tidak, ini masjid
🔸 A hadzaa taajirun أهذا تاجر؟ apakah ini pedagang?
Jawabannya :
🔸Na'am , hadzaa taajirun نعم , هذا تاجر ya, ini pedagang
🔸atau (jika bukan pedagang tapi dokter) maka jawabannya:
Laa, hadzaa thobiibun لا، هذا طبيب tidak, ini dokter.
_____________________________
🔸Man hadzaa من هذا ؟ siapa ini?
🔸Man juga termasuk isim istifhaam.
🔸Man isim istifhaam lil 'aaqil ( kata tanya untuk benda yang berakal ( manusia).
Contoh :
🔹Man hadzaa من هذا؟ siapa ini?).
Jawabannya :
🔹hadzaa thobiibun (ini pak dokter)
🔹hadzaa thobiibatun (ini bu dokter)❎, salah karena "hadzaa" digunakan untuk laki2 (mudzakkar)
🔹Man hadza? Hadzaa baitun❎,salah karena" baitun " tdk berakal maka tidak boleh memakai isim istifhaam " man " tapi "maa".
Catatan :
🔸isim istifhaam adalah isim nakiroh (masih umum)
🔸karena dia nakiroh maka kedudukannya di dalam kalimat sebagai khobar
🔸Maka, jika ada isim istifhaam lalu setelah isim istifhaam itu adalah isim (kata benda) ,maka kalimat tersebut adalah kalimat "al- mubtada' wal khobar "
🔸Hukum asal mubtada' itu letaknya di awal jumlah (kalimat) & ma'rifah. oleh karena khobarnya berupa isim istifhaam maka mubtada'nya diletakan di akhir jumlah (kalimat) dan boleh bentuknya nakiroh.
Contoh :
🔹Man hadzaa من هذا؟
🔹Dalam keadaan ini maka :
🔹Man sebagai khobar muqoddam (khobar yg didahulukan) .
🔹Hadzaa sebagai mubtada' mu`akhkhor.(mubtada` yang diakhirkan).
🔸isim istifhaam adalah isim nakiroh (masih umum)
🔸karena dia nakiroh maka kedudukannya di dalam kalimat sebagai khobar
🔸Maka, jika ada isim istifhaam lalu setelah isim istifhaam itu adalah isim (kata benda) ,maka kalimat tersebut adalah kalimat "al- mubtada' wal khobar "
🔸Hukum asal mubtada' itu letaknya di awal jumlah (kalimat) & ma'rifah. oleh karena khobarnya berupa isim istifhaam maka mubtada'nya diletakan di akhir jumlah (kalimat) dan boleh bentuknya nakiroh.
Contoh :
🔹Man hadzaa من هذا؟
🔹Dalam keadaan ini maka :
🔹Man sebagai khobar muqoddam (khobar yg didahulukan) .
🔹Hadzaa sebagai mubtada' mu`akhkhor.(mubtada` yang diakhirkan).
______________________________
Mubtada' adl isim (kt. Benda) rofa`(marfuu`) dan ma'rifah jatuh yg diawal jumlah (kalimat).
Mubtada` ada 3 macam diantaranya (ana sebutkn 2 saja):
1⃣ Isim Mu'rub yg ma'rifah (horokatnya tdk tetap) yaitu berupa:
➖ Nama orang,misal :Muhammad.
Contoh : 🔹Muhammadun shoolihun (Muhammad org yg sholeh).
➖ Nama negara
➖ Isim nakiroh yg diberi alif lam ال (AL) sehingga tanwinnya dibuang mk tdk lagi isim "nakiroh" akan tetapi menjadi "ma'rifah"
Contoh :
بَيْتٌ -الْبَيْتُ
🔹Al- baitu (rumah itu) sudah ma'rifah
🔹Asalnya baitun (rumah) masih nakiroh
➖ Nama orang,misal :Muhammad.
Contoh : 🔹Muhammadun shoolihun (Muhammad org yg sholeh).
➖ Nama negara
➖ Isim nakiroh yg diberi alif lam ال (AL) sehingga tanwinnya dibuang mk tdk lagi isim "nakiroh" akan tetapi menjadi "ma'rifah"
Contoh :
بَيْتٌ -الْبَيْتُ
🔹Al- baitu (rumah itu) sudah ma'rifah
🔹Asalnya baitun (rumah) masih nakiroh
2⃣ Isim mabniy ma'rifah (isim yg harokat akhirnya tidak berubah, yaitu :
1. isim isyaroh (kata tunjuk) misal:
🔹hadzaa هذا (ini lk2)
🔹 dzalika ذلك (itu lk2)
🔹 hadzihi هذه (ni pr)
🔹 tilka تلك (itu pr).
1. isim isyaroh (kata tunjuk) misal:
🔹hadzaa هذا (ini lk2)
🔹 dzalika ذلك (itu lk2)
🔹 hadzihi هذه (ni pr)
🔹 tilka تلك (itu pr).
2. isim dhomir (kata ganti orang / benda) misal :
🔹huwa هو (dia lk)
🔹hiya هي (dia pr)
🔹huwa هو (dia lk)
🔹hiya هي (dia pr)
3. Isim maushuul (kata sambung)
🔹alladzii الذي (yang lk2)
🔹 allatiy التي (yang pr).
🔹alladzii الذي (yang lk2)
🔹 allatiy التي (yang pr).
Khobar adl Isim rofa` Penyempurna makna mubtada` (menerangkan mubtada`).
Khobar Terdiri dari 3 macam juga :
1⃣. Isim zhohir (bukan berbentuk kalimat dan tanda rofa`nya jelas) , Misal :
baitun (tanda rofa`nya jelas yaitu dhommah tanwin).
baitun (tanda rofa`nya jelas yaitu dhommah tanwin).
2⃣. Berbentuk jumlah (kalimat). keteranganny in syaa`a Alloh akn dtg.
3⃣. Syibhul jumlah (menyerupai jumlah / tapi dia bukan jumlah), berupa :
🔹 jar majruur (ada huruf jar (huruf penghubung) misal : li لَ (milik), bi بِ (dgn), fii في (di dlm / di) dll.
🔹 jar majruur (ada huruf jar (huruf penghubung) misal : li لَ (milik), bi بِ (dgn), fii في (di dlm / di) dll.
🔹Zhorof (kata keterangan tempat / waktu) : amaama أمام (didepan) , qobla قبل (sebelum) ,tahta تحت (dibawah) dll
Sama dlm Bilangan.
🔹Jika bilangan mubtada`nya mufrod (bentuk utk tunggal) maka khobarnya juga hrs mufrod (1)
Contoh :
🔹Hadzaa kitaabun هذا كتاب (ini sebuah kitab) ✅ benar
🔺Hadzaa : mubtada' (kata tubjuk benda tunggal/1).
🔺Kitaabun : khobar (jumblah kitabnya hanya sebuah/1).
🔹Jika bilangan mubtada`nya mufrod (bentuk utk tunggal) maka khobarnya juga hrs mufrod (1)
Contoh :
🔹Hadzaa kitaabun هذا كتاب (ini sebuah kitab) ✅ benar
🔺Hadzaa : mubtada' (kata tubjuk benda tunggal/1).
🔺Kitaabun : khobar (jumblah kitabnya hanya sebuah/1).
🔹Hadzaa kutubun هذا كُتُبٌ (ini kitab- kitab) ❎
🔺Hadzaa : mubtada' (kata tunjuk utk benda tunggal).
🔺kutubun : khobar (dlm jumblah banyak/jamak).
Sehingga salah krn antara mubtada dg khobar bilangannya berbeda.
🔺Hadzaa : mubtada' (kata tunjuk utk benda tunggal).
🔺kutubun : khobar (dlm jumblah banyak/jamak).
Sehingga salah krn antara mubtada dg khobar bilangannya berbeda.
Sama dlm Jenisnya.
🔹Jika mubtada`nya mudzakkar (lk2), maka khobarnya juga harus mudzakkar.
Contoh :
🔹Hadzaa Hishoonun هذا حصان ini kuda✅
🔺Hadzaa : mubtada (kata tunjuk utk mudzakkar).
🔺Hishoonun : khobar (benda yg berjenis mudzakkar).
🔹Jika mubtada`nya mudzakkar (lk2), maka khobarnya juga harus mudzakkar.
Contoh :
🔹Hadzaa Hishoonun هذا حصان ini kuda✅
🔺Hadzaa : mubtada (kata tunjuk utk mudzakkar).
🔺Hishoonun : khobar (benda yg berjenis mudzakkar).
🔹Hadzaa dajaajatun هذا دجاجة ❎
🔺Hadzaa : mubtada' (kata tunjuk utk benda laki2).
🔺Dajaajatun : khobar (benda yg berjenis pr/muannats).
Sehingga salah krn antara mubtada' dg khobar tdk seragam jenisnya.
🔺Hadzaa : mubtada' (kata tunjuk utk benda laki2).
🔺Dajaajatun : khobar (benda yg berjenis pr/muannats).
Sehingga salah krn antara mubtada' dg khobar tdk seragam jenisnya.
🔹Wallohu a'lam🔹
[19/3 05:41] Ukhty Asry: بســــم اللّــــه الرحـــمــــن الرحــيــــم
[19/3 05:41] Ukhty Asry: بســــم اللّــــه الرحـــمــــن الرحــيــــم
1. Hadzaa - ini - هَذَا
2. Baitun - rumah - بَيْتٌ
3. Masjidun - masjid - مَسْجِدٌ
4. Baabun - pintu -باَبٌ
5. Kitaabun - kitab -كِتاَبٌ
6. Qolamun - pulpen - قَلَمٌ
7. Miftaahun - kunci - مِفْتَاحٌ
8.Maktabun - meja - مَكْتَبٌ
9. Sariirun - ranjang/tempat tidur -سَرِيْرٌ
10. Kursiyyun - kursi - كُرْسِيٌّ
11. Maa? - apa? - مَا
12. A - apakah - أَ
13. Na'am - iya - نَعَمْ
14. Laa - tidak - لاَ
15. Qomiishun - kemeja - قَمِيْصٌ
16. Najmun - bintang - نَجْمٌ
17. Man - siapa - مَنْ
18. Thobiibun -dokter - طَبِيْبٌ
19. Waladun - anak laki2 - وَلَدٌ
20. Thoolibun - siswa- طَالِبٌ
21. Rojulun -laki2 dewasa - رَجُلٌ
22. Taajirun - pedagang - تَاجِرٌ
23. Kalbun - anjing - كَلْبٌ
24. Qiththun - kucing - قِطٌّ
25. Himaarun - keledai - حِمَارٌ
26. Hishoonun - kuda -حِصَانٌ
27. Jamalun - onta- جَمَلٌ
28. Diikun - ayam jago - دِيْكٌ
29. Mudarrisun - pak guru - مُدَرِّسٌ
30. Mindiilun - sapu tangan - مِنْدِيْلٌ
31. Tamriinun - latihan - تَمْرِيْنٌ
32. Iqro' - bacalah - اِقْرَأْ
33. Wa - dan - وَ
34. Uktub - tulislah - اُكْتُبْ
➡Kosa katanya sesuai urutan pelajaran dan halaman, yakni dari halaman 5 - 11
➡Perhatikanlah kata-katanya mana yg dibaca panjang dan mana
yg dibaca pendek, serta setelah menghafal kosa katanya, antunna
mendikteh sendiri (hafalannya tanpa melihat kitab/catatan) setelah itu
bukalah kitab untuk mengecek kebenaran huruf-huruf penulisannya.
karena bahasa arab penulisan dan pengucapan sangatlah diperhatikan, salah menulis maka artinya pun menjadi beda, sebagaimana contoh;
karena bahasa arab penulisan dan pengucapan sangatlah diperhatikan, salah menulis maka artinya pun menjadi beda, sebagaimana contoh;
~Zamiilun : Teman : زَمِيْلٌ
~Jamiilun : indah : جَمِيْلٌ
~Qolbun : hati : قَلْبٌ
~Kalbun : anjing : كَلْبٌ
~ Himaarun : keledai : حِمَارٌ
~khimaarun : kerudung : خِمَارٌ
Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua dalam menghafalnya.. Allahumma Aamiin
0 komentar:
Posting Komentar